TRABASNEWS – Nama Bripka Masagus Muchamad Ginta Meiro menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan seorang anggota polisi berhadapan dengan massa mahasiswa saat aksi demonstrasi di Bengkulu viral di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang polisi berpakaian hitam tampak berada di barisan aparat yang mengamankan demonstrasi. Ia terlihat beberapa kali menjulurkan lidah dan melakukan gerakan melompat ke arah massa mahasiswa.
Peristiwa itu terjadi saat aksi yang digelar Aliansi Rakyat Bersatu di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (24/9/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.
Aksi yang awalnya berlangsung kondusif kemudian memanas. Sejumlah mahasiswa berupaya memasuki halaman Kantor Gubernur Bengkulu menggunakan mobil pikap sehingga terjadi ketegangan antara massa dan aparat.
Polisi kemudian mengerahkan kendaraan taktis water cannon untuk mengendalikan situasi. Setelah dilakukan komunikasi dan negosiasi, perwakilan mahasiswa akhirnya diperbolehkan masuk ke area kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasi.
Polda Bengkulu Dalami Video Viral
Menanggapi video yang beredar luas tersebut, Polda Bengkulu menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian kejadian selama demonstrasi.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan secara terburu-buru sebelum seluruh peristiwa diperiksa.
“Terkait video yang beredar, kami Polda Bengkulu saat ini melakukan pendalaman dan evaluasi secara menyeluruh terhadap kejadian-kejadian maupun rangkaian-rangkaian yang terjadi di lokasi,” kata Imam.
Imam juga menyayangkan adanya kericuhan dalam aksi tersebut karena demonstrasi sebelumnya disebut berlangsung dengan aman.
“Kami sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, yang mana awalnya aksi tersebut berjalan dengan damai dan aman hingga terjadi aksi kericuhan,” ujarnya.
Sosok Bripka Masagus Muchamad
Polisi yang terlihat dalam video tersebut diketahui bernama Bripka Masagus Muchamad Ginta Meiro. Ia merupakan anggota yang bertugas di Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bengkulu.
Selain berstatus sebagai anggota kepolisian, Masagus juga pernah tercatat sebagai mahasiswa Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH.
Berdasarkan data pendidikan tinggi yang dikutip dalam laporan tersebut, Masagus tercatat mulai terdaftar sebagai mahasiswa pada 19 September 2011 di program studi Ilmu Hukum.
Namun, data akademiknya menunjukkan status pendidikan tersebut tercatat dikeluarkan atau tidak lulus.
Delapan Tuntutan Massa
Dalam aksi tersebut, Aliansi Rakyat Bersatu menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Di antaranya adalah penyelesaian konflik agraria, evaluasi perusahaan yang diduga beroperasi tanpa izin, pemulihan ruang hidup masyarakat dan wilayah ulayat, serta evaluasi terhadap dugaan kriminalisasi petani.
Massa juga meminta adanya kepastian hukum terkait penolakan pembukaan Tambang Emas Bukit Sanggul di Kabupaten Seluma.
Selain itu, massa meminta evaluasi berkala terhadap perkembangan penyelesaian konflik agraria serta komitmen bersama dari instansi terkait untuk menyelesaikan persoalan agraria di Bengkulu.
Hingga berita ini ditulis, Polda Bengkulu masih melakukan pendalaman dan evaluasi terhadap rangkaian kejadian yang berlangsung selama demonstrasi tersebu
Sumber: Tribun Medan



















