TRABASNEWS – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membantah tudingan bahwa dirinya bersikap arogan setelah meninggalkan atau walk out dari rapat paripurna DPRD Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Menurut Bobby, keputusannya keluar dari ruang sidang bukan tanpa alasan, melainkan karena rapat dinilai belum memenuhi syarat kuorum.
Usai menghadiri rapat paripurna pengesahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD Sumut Tahun Anggaran 2025, Kamis (30/7/2026), Bobby menegaskan bahwa rapat paripurna baru dapat berjalan apabila seluruh ketentuan tata tertib telah dipenuhi, termasuk jumlah kehadiran anggota dewan.
“Saya rasa tidak arogan. Rapat ini bisa dimulai kalau dari sisi eksekutif ada gubernur karena gubernur yang menandatangani. Dari sisi DPRD juga harus kuorum, harus hadir dua pertiga dari jumlah anggota dewan,” kata Bobby.
Ia menjelaskan bahwa persoalan utama saat rapat paripurna sebelumnya bukanlah kehadiran gubernur, melainkan belum terpenuhinya jumlah anggota DPRD yang hadir sesuai ketentuan.
“Yang dipermasalahkan bukan kehadiran gubernurnya, tetapi kuorumnya. Kalau dari satu pihak belum hadir, kami di dalam ruangan itu mau melakukan apa?” ujarnya.
Bobby menilai dirinya baru pantas disebut arogan apabila meninggalkan rapat yang telah berjalan normal dan sesuai tata tertib.
“Kalau rapat sudah berjalan dengan lancar, sesuai aturan, lalu saya tiba-tiba keluar, itu baru bisa disebut arogan. Kalau menurut saya, yang bilang arogan itu coba suruh belajar lagi,” tegasnya.
Sebelumnya, langkah Bobby meninggalkan rapat paripurna DPRD Sumut menuai kritik dari Partai NasDem. Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony menyebut tindakan tersebut mencerminkan sikap arogan dan tidak menghormati lembaga legislatif.
“Itu pandangan partai dan saya sebagai Wakil Ketua Partai NasDem Sumut sekaligus pimpinan DPRD menyampaikan pandangan tersebut. Di paripurna juga akan ada pandangan fraksi mengenai hal yang sama,” ujar Ricky.
Pernyataan Ricky kemudian dibenarkan Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar. Ia menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan sikap resmi partainya.
“Pernyataan Wakil Ketua DPRD Ricky Anthony merupakan sikap resmi Partai NasDem Sumatera Utara,” kata Iskandar.
Menurut Iskandar, tindakan walk out saat rapat paripurna dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap lembaga legislatif yang memiliki kedudukan sejajar dengan pemerintah daerah.
“DPW Partai NasDem Sumatera Utara menyayangkan tindakan walk out Bobby Nasution saat rapat paripurna karena dinilai tidak menghargai lembaga legislatif. Eksekutif dan legislatif merupakan lembaga yang setara,” ujarnya.
Perbedaan pandangan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Partai NasDem tersebut kini menjadi sorotan publik, terutama terkait pelaksanaan tata tertib rapat paripurna dan hubungan antara eksekutif dengan legislatif di Sumatera Utara.
Sumber: Tribun Medan





















