TRABASNEWS – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turut memberikan tanggapan terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kembali menjadi sorotan setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Bobby menilai, jika ijazah SMA Gibran dipersoalkan oleh pihak tertentu, maka persoalan tersebut sebaiknya tidak berhenti pada jenjang pendidikan menengah. Ia bahkan menyarankan agar ijazah sarjana Gibran turut dipermasalahkan.
Pernyataan itu disampaikan Bobby saat ditemui di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Jumat (9/10/2026).
“Ya kalau Pak Jokowi kan yang dipermasalahkan sarjananya. Ini Mas Gibran yang dipermasalahkan ijazah SMA-nya. Saran saya sekalian saja dipermasalahkan sarjananya,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, berdasarkan pengetahuannya, Gibran memang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi dan menyandang gelar sarjana.
“Mas Gibran setahu saya sarjana ya,” kata Bobby.
Bobby juga mengaitkan polemik tersebut dengan persoalan serupa yang sebelumnya pernah dihadapi Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia menyebut isu mengenai dokumen pendidikan kembali menjadi perhatian yang menyasar keluarga besar mertuanya.
Sementara itu, Gibran sebelumnya juga telah memberikan tanggapan mengenai persoalan ijazah SMA yang dipersoalkan.
Gibran menyampaikan bahwa secara logika, seseorang tidak akan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi apabila belum menyelesaikan pendidikan tingkat SMA atau sederajat.
“Ya kalau saya tidak lulus SMA, kan saya enggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura,” ujar Gibran pada Rabu (7/10/2026).
Polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran tersebut kembali mencuat setelah putusan MK menjadi perhatian publik. Perdebatan terkait keabsahan dokumen pendidikan pejabat publik pun kembali menjadi sorotan di tengah masyarakat.
Berbagai sumber























