TRABASNEWS – Warga di Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di dalam kamar kos pada Kamis malam (12/3/2026). Korban diketahui merupakan seorang mahasiswi yang diduga bernama MA Naibaho, mahasiswa semester akhir di Universitas Negeri Medan (Unimed).
Jasad korban ditemukan di salah satu kamar kos milik keluarga Sinaga dalam kondisi sudah membusuk. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian.
Salah seorang warga bernama Anita mengatakan, saat ditemukan kondisi tubuh korban sudah mengalami perubahan warna. Bahkan, menurutnya bagian tubuh korban terlihat membiru.
“Perutnya terlihat membesar, bahkan lebih besar dari bagian dadanya. Kulitnya juga sudah membiru ketika ditemukan,” ujar Anita saat berada di lokasi.
Penemuan itu membuat warga sekitar terkejut. Selama ini, korban diketahui tinggal sendiri di kamar kos tersebut.
Sementara itu, warga lainnya bernama Selly mengaku tidak terlalu mengenal sosok korban. Menurutnya, perempuan bermarga Naibaho tersebut dikenal jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
“Orangnya memang jarang bergaul. Biasanya hanya lewat lalu langsung masuk ke kamar kosnya,” kata Selly.
Hal serupa juga disampaikan warga lain, Erni. Ia mengatakan sebagian penghuni kos di lokasi tersebut memang jarang berbaur dengan masyarakat sekitar. Selain itu, area kos memiliki pagar besi sehingga aktivitas para penghuni tidak terlalu terlihat dari luar.
Sebelum jasad korban ditemukan, beberapa warga mengaku sempat mencium bau tidak sedap dari arah kamar kos tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Dugaan sementara menyebutkan korban berasal dari wilayah Tebing Tinggi atau Balige, berdasarkan informasi dari beberapa akun media sosial yang berkaitan dengan korban dan keluarganya.



















