TRABASNEWS – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan membongkar dugaan praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di salah satu SPBU di kawasan Jalan Gajah Mada, Kota Medan.
Dalam kasus ini, BBM subsidi jenis Bio Solar diduga dimasukkan ke dalam tangki penampungan BBM non-subsidi jenis Dexlite untuk memperoleh keuntungan lebih besar.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan adanya penyelewengan distribusi BBM subsidi.
“Dalam kasus ini, kami berhasil mengungkap adanya penyelewengan pendistribusian BBM subsidi di salah satu SPBU di Kota Medan,” ujar Adrian, Minggu (28/6/2026).
Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam praktik ilegal tersebut. Mereka adalah Agus Pranata Tarigan selaku supervisor SPBU, Ahmad Wahyudin Matondang sebagai operator SPBU, serta Pandapotan Sirait dan Evando Situngkir yang merupakan sopir truk tangki pengangkut BBM.
“Ada empat orang yang kami amankan, terdiri dari pihak SPBU dan sopir truk tangki,” jelasnya.
Adrian mengungkapkan, SPBU tersebut diketahui tidak menjual BBM subsidi jenis Bio Solar. Namun, para pelaku diduga justru memasukkan Bio Solar ke tangki penampungan Dexlite untuk kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi.
“SPBU itu tidak menjual Bio Solar, hanya menyediakan Dexlite. Namun, dari hasil penyelidikan kami, tangki penampungan Dexlite justru diisi dengan BBM jenis Bio Solar. Dari sini terlihat adanya niat untuk melakukan penyelewengan karena ada selisih harga yang cukup besar,” ungkap Adrian.
Kasus ini diketahui terjadi sejak 12 Maret 2026, setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam atas laporan yang masuk. Berdasarkan hasil pendalaman, praktik curang tersebut diduga telah berlangsung selama sembilan bulan.
Setiap kali transaksi dilakukan, para pelaku diperkirakan memperoleh keuntungan sekitar Rp3 juta.
Untuk menghindari pengawasan, para pelaku juga diduga sengaja mematikan seluruh kamera pengawas atau CCTV di area SPBU saat proses pembongkaran BBM berlangsung.
Saat ini, polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus penyelewengan BBM subsidi tersebut.
Sumber: Tribun Medan





















