TRABASNEWS – Peristiwa tragis terjadi di Sungai Sei Sikambing, Kota Medan. Seorang anak berusia 8 tahun yang dilaporkan hanyut setelah terseret arus sungai saat hendak menyeberang dengan berenang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 11.05 WIB oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dan Basarnas. Lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Kapten Muslim, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia.
Manager Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Kota Medan, Suriono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama seorang temannya berusaha menyeberangi sungai dengan berenang pada Senin (12/10/2026).
“Korban bersama temannya akan menyeberangi sisi sungai dengan cara berenang pada Senin (12/10/2026), namun korban terseret arus dan tenggelam,” ujar Suriono, Selasa (13/10/2026).
Menurut Suriono, laporan mengenai kejadian tersebut diterima BPBD Kota Medan sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah mendapatkan informasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan upaya pencarian.
Teman korban yang mengetahui kejadian itu langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada kepala lingkungan setempat hingga akhirnya sampai kepada petugas BPBD.
“Setelah hanyut, teman korban langsung menginformasikan kepada masyarakat sekitar untuk meminta pertolongan. Tim menerima laporan dari kepala lingkungan sekitar pukul setengah tujuh sore dan langsung berkoordinasi dengan keluarga dan pihak kelurahan,” jelas Suriono.
Korban Ditemukan di Kawasan Gang Sepakat
Upaya pencarian yang melibatkan tim gabungan terus dilakukan hingga korban ditemukan pada Selasa pagi. Korban ditemukan di aliran Sungai Sei Sikambing, tepatnya di Jalan Kapten Muslim, Gang Sepakat, Kelurahan Dwikora.
Suriono mengungkapkan bahwa saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Tim gabungan BPBD dan Basarnas menemukan korban di sisi Sungai Sei Sikambing di Jalan Kapten Muslim, Gang Sepakat, Kelurahan Dwikora, dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.
Setelah ditemukan, jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi dan akan diserahkan ke pihak keluarga,” tutup Suriono.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya arus sungai, terutama ketika anak-anak berada di sekitar aliran air. Menyeberangi sungai dengan berenang dapat berisiko tinggi, terlebih apabila kondisi arus tidak diketahui secara pasti.
Pengawasan orang dewasa dan pemahaman anak-anak mengenai bahaya sungai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Sumber: Detik






















