TRABASNEWS — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan pada Rabu (11/3/2026). Cuaca sejak pagi hingga malam hari diprediksi didominasi kondisi berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang di beberapa daerah.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Lestari Irene Purba, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari umumnya berawan di sebagian wilayah Sumatera Utara.
“Pada pagi hari cuaca di Sumatera Utara cenderung berawan,” ujar Irene dalam keterangan prakiraan cuaca yang disampaikan melalui kanal informasi BMKG.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan diperkirakan mulai turun di sejumlah wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang.
“Untuk siang hingga sore hari cuaca diperkirakan berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Sumatera Utara, dengan potensi hujan sedang terjadi di wilayah Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara,” jelasnya.
Sejumlah daerah juga diperkirakan mengalami hujan pada hari ini, di antaranya Serdang Bedagai, Simalungun, Batubara, Gunungsitoli, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, serta Kota Tebing Tinggi.
Sementara itu pada malam hari, kondisi cuaca masih diprediksi berawan dengan kemungkinan hujan ringan di beberapa daerah.
“Untuk malam hari cuaca di Sumatera Utara diperkirakan berawan dengan potensi hujan ringan,” tambah Irene.
BMKG juga memperkirakan suhu udara di Sumatera Utara berada pada kisaran 11 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara sekitar 67 hingga 100 persen. Angin diprediksi bertiup dari arah Utara hingga Timur dengan kecepatan sekitar 3 sampai 7 kilometer per jam.
Selain memantau kondisi cuaca, BMKG juga mendeteksi adanya titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera Utara berdasarkan citra satelit.
“Berdasarkan pantauan citra satelit pada 9 Maret 2026 terdapat 14 titik panas yang tersebar di wilayah Humbang Hasundutan, Karo, dan Labuhanbatu,” ungkap Irene.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan Pantai Barat dan Lereng Barat Sumatera Utara, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak hujan sedang yang dapat memicu bencana seperti banjir dan tanah longsor,” pungkasnya.
Sumber: Tribun Medan




















