TRABASNEWS – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyatakan komitmennya membangun sebanyak 1.000 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi warga Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Bantuan tersebut ditujukan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang.
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, mengatakan program pembangunan hunian tetap ini merupakan bagian dari tahap awal pemulihan pascabencana. Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat video konferensi bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, serta pemerintah provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang juga melibatkan pihak Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
“Bantuan ini difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar kehilangan rumah akibat bencana. Untuk tahap pertama, Yayasan Buddha Tzu Chi akan membangun seribu unit hunian tetap,” ujar M Nasir di Banda Aceh, Rabu (17/12).
Ia merinci, dari total 1.000 unit huntap tersebut, sebanyak 722 unit akan dibangun di Kabupaten Aceh Utara, sementara 278 unit lainnya dialokasikan bagi korban bencana di Aceh Tamiang, dua daerah yang mengalami dampak paling parah.
Menurut M Nasir, Pemerintah Aceh akan mendukung penuh realisasi pembangunan dengan menyiapkan lahan yang dibutuhkan. Selain itu, hunian tetap yang dibangun tidak hanya berupa rumah, tetapi juga dilengkapi dengan infrastruktur pendukung.
“Pemerintah akan memastikan tersedianya akses jalan, jaringan listrik, serta air bersih agar warga bisa menempati hunian dengan layak dan nyaman,” katanya.
Ia menambahkan, kelengkapan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu para penyintas bencana untuk segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka secara lebih stabil.
Meskipun pembangunan seribu unit rumah ini baru tahap awal, Pemerintah Aceh menyambut baik kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi dan mendorong seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses pembangunan agar segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Sementara kebutuhan hunian tetap lainnya akan diupayakan melalui anggaran pemerintah pusat maupun dukungan lembaga lainnya untuk kabupaten dan kota yang juga terdampak,” ujar M Nasir.
Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.


















