TRABASNEWS – Suhu udara di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang dalam beberapa hari terakhir terasa lebih panas dari biasanya. Kondisi ini dipicu oleh faktor posisi matahari dan minimnya pembentukan awan di wilayah tersebut.
Kepala BMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa peningkatan suhu terjadi karena matahari berada tepat di garis khatulistiwa sehingga paparan radiasi lebih maksimal.
“Berdasarkan data pengamatan pada 24 Maret 2026, suhu maksimum di wilayah kami dan Stasiun Geofisika Deli Serdang mencapai 36 derajat Celsius,” ujar Hendro dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, pola angin yang bertiup dari arah timur di pesisir timur Sumatera Utara juga memengaruhi kondisi cuaca. “Angin yang bersifat menyebar atau divergen membuat pertumbuhan awan menjadi sulit,” katanya.
Selain itu, kondisi udara lapisan atas yang relatif kering turut memperparah situasi. Kelembapan yang rendah menyebabkan awan sulit terbentuk, sehingga panas matahari langsung terasa di permukaan.
Hendro juga mengingatkan bahwa tingkat radiasi sinar ultraviolet (UV) di wilayah Medan dan sekitarnya berada pada kategori sangat tinggi, terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
“Indeks UV berada pada level berbahaya di jam-jam tersebut, sehingga masyarakat perlu membatasi aktivitas di luar ruangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, data titik panas atau hotspot di Sumatera Utara juga terpantau meningkat. Tercatat puluhan titik panas muncul beberapa hari terakhir, yang berpotensi memicu kebakaran lahan jika tidak diwaspadai.
BMKG memprediksi kondisi cuaca panas ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan pelindung seperti sunscreen,” kata Hendro.
Ia juga menekankan pentingnya memantau informasi cuaca secara berkala. “Cuaca bersifat dinamis, jadi kami harap masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG,” pungkasnya.
Sumber : VIVA Medan



















