TRABASNEWS — Seorang siswa kelas IX berinisial MA di SMP Islamic Center Siak, Riau, tewas setelah senapan rakitan berbasis 3D yang dibuatnya meledak saat ujian praktik sains, Rabu (8/4/2026).
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula sejak Februari 2026 ketika guru berinisial DS memberikan tugas praktik kepada siswa.
“Setiap kelompok diminta membuat karya secara bebas dan kreatif untuk ditampilkan dalam ujian praktik,” ujar Pandra, Jumat (10/4/2026).
Ia mengungkapkan, selama proses pembuatan proyek tersebut, tidak ada bimbingan intensif dari guru. Para siswa mengerjakan proyek berdasarkan ide masing-masing.
“Guru tidak melakukan pengawasan langsung, sehingga hasil karya sepenuhnya berasal dari pemikiran siswa,” katanya.
Korban bersama kelompoknya kemudian memilih membuat senapan rakitan menggunakan teknologi 3D. Namun, seluruh proses perakitan dilakukan sendiri oleh korban.
“Teman-temannya mempercayakan sepenuhnya kepada MA untuk merakit alat tersebut,” ungkap Pandra.
Tiga hari sebelum ujian praktik, senapan tersebut sempat diuji coba dan dinyatakan berhasil tanpa menimbulkan bahaya.
“Uji coba awal berjalan lancar, sehingga korban merasa yakin alat itu aman,” jelasnya.
Namun, saat hari ujian praktik berlangsung, situasi berubah drastis. Ketika korban memicu senapan di depan guru penguji, alat tersebut tiba-tiba meledak.
“Ledakan terjadi saat korban menarik pelatuk, dan mengakibatkan luka fatal,” kata Pandra.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Siak, namun dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
Dari hasil keterangan saksi, diduga ledakan terjadi karena takaran bahan pemicu yang berlebihan.
“Korban memasukkan sekitar lima sendok bubuk, padahal sebelumnya ia menyebutkan takaran aman hanya dua sendok,” ujar Pandra.
Ia juga menyebutkan bahwa korban mempelajari cara merakit senapan tersebut secara mandiri melalui internet.
“Semua dipelajari sendiri dari YouTube tanpa pendampingan dari orang yang berkompeten,” tegasnya.
Sementara itu, polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk guru, kepala sekolah, dan pihak terkait lainnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polsek Siak, Ajun Komisaris Raja Kosmos Parmulais, mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
“Kami menemukan potongan plastik, besi, dan bubuk hitam sisa ledakan. Semua sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Riau untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.
Sumber: Tempo



















