TRABASNEWS – Video Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menolak menandatangani proyek senilai Rp484 miliar viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @gubsubobby, Bobby terlihat menyoroti rencana pembangunan yang dinilainya belum jelas namun sudah diminta untuk segera disetujui.
Video tersebut diberi judul “Dipaksa Tanda Tangan Proyek Bermasalah Gubsu Bobby Langsung Naik Pitam: ‘Gila Ini Batalin Aja’” dan memicu perhatian publik karena dianggap menunjukkan sikap tegas terhadap proyek bernilai fantastis itu.
Dalam potongan video, Bobby mengaku pernah diminta menandatangani dokumen pembangunan gedung 10 lantai tanpa mendapatkan penjelasan rinci mengenai proyek tersebut.
“Maksudnya sama-sama 10 lantai ok, memang beda harganya kan, kenapa karena mungkin jumlah kebutuhan di 10 lantainya beda-beda mungkin kan gitu, apa yang mau dibangun, apa aja? Kan saya enggak tahu, saya enggak pernah dikasih tunjuk, yang kalian mau dibangun oleh Korea, saya dipaksa tanda tangan, saya tidak mau,” ujar Bobby.
Ia juga mengungkapkan, permintaan terkait proyek tersebut sudah muncul bahkan sebelum dirinya resmi dilantik menjadi gubernur Sumatera Utara.
“Saya belum dilantik, baru dibilang menang sama KPU sudah banyak sekali yang nelpon ucapin selamat abis itu ngucapin permohonan biar ditandatangani semuanya rupanya angkanya kayak gini Rp484 miliar, untuk bangunan fisik saja, gila ini enggak mau lah aku kayak gini, ini seharusnya tidak semahal ini,” katanya.
Menanggapi ramainya perbincangan di masyarakat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Dinas Kominfo Sumut, Erwin Hotmansyah memberikan klarifikasi.
Erwin menjelaskan, proyek yang dimaksud dalam video tersebut merupakan pembangunan Tower B Rumah Sakit Haji Medan dengan nilai anggaran Rp484 miliar.
Menurutnya, proyek itu merupakan usulan pinjaman modal asing yang sudah direncanakan jauh sebelum Bobby Nasution resmi menjabat sebagai gubernur Sumatera Utara.
“Proyek pembangunan Tower B RS Haji Medan tersebut merupakan usulan lama dan sudah direncanakan sebelum Pak Bobby dilantik menjadi gubernur,” jelas Erwin dalam keterangannya.
Pemprov Sumut menegaskan penjelasan tersebut disampaikan agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait proyek yang ramai diperbincangkan di media sosial.



















