TRABASNEWS – Tawuran antarwarga kembali terjadi di kawasan Simpang Sicanang, Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Bentrokan yang berlangsung pada Minggu (12/7/2026) sore itu menyebabkan seorang pemuda meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolsek Belawan, AKP Banor Limbong, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, aparat kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima informasi mengenai bentrokan antara dua kelompok warga.
“Benar. Saat itu kami sudah menurunkan tim untuk melerai dua kelompok yang tawuran,” ujar Banor.
Ia menjelaskan, saat situasi berhasil dikendalikan, petugas tidak menemukan korban luka di lokasi kejadian. Namun, pada malam harinya polisi menerima informasi bahwa seorang warga dirawat di rumah sakit akibat mengalami luka di bagian kepala.
“Malamnya baru dapat kabar ternyata ada warga yang dirawat di rumah sakit karena terluka di bagian kepala,” katanya.
Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, korban merupakan pemuda dari kelompok warga setempat yang diduga menjadi sasaran serangan kelompok lawan saat tawuran berlangsung.
“Senin sekitar pukul 3 tadi, korban meninggal dunia. Kabarnya korban ini adalah kelompok pemuda setempat yang diserang kelompok lain di lokasi,” ungkap Banor.
Meski korban meninggal dunia, proses autopsi tidak dilakukan karena pihak keluarga menolak. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Saat ini, Polsek Belawan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Polisi telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mendalami berbagai bukti yang ada.
“Ke depan kami akan melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan lainnya untuk mengungkap pelaku,” tegas Banor.
Peristiwa tawuran tersebut sempat terekam video dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah orang membawa senjata tajam serta saling melempar batu di tengah jalan sebelum akhirnya dibubarkan oleh aparat kepolisian.
Sumber: Kompas






















