TRABASNEWS – Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera membuat nama Direktur Utama Darmawan Prasodjo menjadi sorotan publik. Gangguan listrik yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Aceh pada Jumat (22/5/2026) memicu perhatian masyarakat terhadap kinerja PT PLN.
Di tengah polemik tersebut, laporan harta kekayaan Darmawan turut menjadi perbincangan di media sosial. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Darmawan Prasodjo tercatat mengalami kenaikan sekitar Rp5 miliar dalam setahun terakhir.
Dalam laporan periodik tahun 2024, harta kekayaannya tercatat sebesar Rp104,4 miliar. Sementara pada laporan periodik 2025 yang disampaikan pada Februari 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar Rp110 miliar.
Kekayaan terbesar Darmawan berasal dari aset tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp45,7 miliar. Sejumlah properti yang dilaporkan berada di wilayah Tangerang Selatan dan Bantul.
Salah satu aset dengan nilai tertinggi berupa tanah dan bangunan seluas 570 meter persegi dan 1.300 meter persegi di Tangerang Selatan dengan nilai mencapai Rp12 miliar. Selain itu, ia juga memiliki beberapa properti lain di Bantul dan Tangerang Selatan dengan nilai miliaran rupiah.
Selain aset properti, Darmawan juga tercatat memiliki kendaraan serta harta bergerak lainnya. Namun rincian lengkap aset tersebut tidak seluruhnya ditampilkan dalam laporan yang beredar.
Nama Darmawan Prasodjo sendiri bukan sosok baru di sektor energi nasional. Ia menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak 2021 dan sebelumnya dikenal pernah menjadi Deputi I Kepala Staf Kepresidenan bidang energi, infrastruktur dan investasi.
Sorotan terhadap Darmawan muncul setelah blackout besar terjadi di sejumlah daerah di Sumatera. Peristiwa itu menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari layanan publik, usaha kecil, hingga jaringan komunikasi di beberapa wilayah.
PLN sebelumnya menyebut proses pemulihan sistem kelistrikan dilakukan secara bertahap usai gangguan terjadi. Sejumlah pihak pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sumber: Tribun




















