TRABASNEWS — Aksi penyerangan brutal terjadi di kawasan PT Belawan Indah (PT BI), Jalan Besar Medan–Belawan, Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (20/6/2026) pagi. Puluhan orang yang diduga preman bayaran menyerang para sopir, kernet, dan karyawan perusahaan dengan membawa senjata tajam serta benda tumpul.
Akibat serangan mendadak tersebut, empat pekerja dilaporkan mengalami luka serius akibat bacokan dan pukulan. Seluruh korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut keterangan sejumlah pekerja di lokasi, penyerangan berlangsung saat aktivitas kerja sedang berlangsung normal. Para pelaku datang secara tiba-tiba dan langsung melakukan penyerangan, membuat ratusan pekerja panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
“Para pelaku datang mendadak sambil membawa senjata tajam dan benda tumpul. Kami tidak sempat melakukan perlawanan karena situasi sangat kacau,” ujar salah seorang sopir PT BI yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia mengaku konflik di lokasi sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir. Namun, para pekerja menilai belum ada tindakan tegas yang dilakukan aparat, sehingga situasi terus memanas.
“Kami sudah berulang kali melapor karena merasa terancam. Tapi sampai sekarang masalah ini terus berlanjut dan akhirnya menimbulkan korban,” katanya.
Selain melukai pekerja, massa penyerang juga merusak sejumlah kendaraan di area perusahaan. Sebuah mobil minibus milik mandor dilaporkan dirusak dan digulingkan, sementara belasan sepeda motor turut menjadi sasaran perusakan.
Seorang pekerja lain menyebut situasi saat kejadian sangat mencekam. Para korban yang terluka dievakuasi secara darurat menggunakan sepeda motor oleh rekan-rekan mereka menuju rumah sakit terdekat.
“Yang penting saat itu menyelamatkan teman-teman yang terluka. Kondisinya parah, ada yang terkena bacokan dan pukulan,” ucapnya.
Tak hanya itu, warga sekitar juga mengaku resah dengan aksi kelompok tersebut. Bahkan setelah insiden utama mereda, sejumlah orang disebut masih berkeliling di sekitar lokasi menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam.
Kuasa hukum PT BI, Dr Darmawan Yusuf, mengecam keras insiden berdarah tersebut. Ia mendesak aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku, termasuk pihak yang diduga menjadi otak di balik penyerangan.
“Ini aksi kriminal yang tidak bisa ditoleransi. Aparat harus segera menangkap para pelaku dan mengusut siapa aktor intelektual di balik penyerangan ini,” tegas Darmawan.
Ia juga meminta aparat kepolisian, khususnya jajaran Polres Pelabuhan Belawan dan Polda Sumatera Utara, untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.
“Negara tidak boleh kalah terhadap aksi premanisme. Semua pihak yang terlibat harus diproses hukum,” katanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, konflik ini diduga berkaitan dengan persoalan pembangunan pagar tembok di lahan yang menjadi sengketa antara PT BI dan pihak lain. Sebelumnya, mediasi sempat dilakukan oleh unsur Forkopimcam Belawan untuk meredam ketegangan.
Namun hingga kini, persoalan tersebut belum menemukan titik penyelesaian dan justru berujung pada bentrokan berdarah. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.
Sumber : Posmetro Medan





















