TRABASNEWS – Banjir bandang kembali menerjang Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Sabtu (18/7/2026) sore. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari terakhir menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga.
Selain Hutanabolon, banjir juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Sipange. Arus banjir di Hutanabolon disebut cukup deras hingga menyeret batang-batang kayu berukuran besar.
Kepanikan warga terekam dalam siaran langsung media sosial yang dilakukan seorang warga, Eka Suryani Pasaribu. Dalam tayangan tersebut, ia bersama keluarganya tampak terjebak di dalam rumah karena debit air terus meningkat.
“Sudah masuk air. Selamatkan nyawa kami ya Allah,” ujar Eka Suryani sambil menangis.
Eka mengaku keluarganya tidak dapat keluar dari rumah lantaran arus banjir terlalu deras. Mereka hanya bisa bertahan sambil berharap hujan segera reda.
“Awas itu kayu. Redalah hujan ini ya Allah. Tolong kami, sudah terjebak. Mau keluar juga tidak bisa. Sudah besar kali airnya,” katanya.
Menurut Eka, banjir kembali terjadi karena tanggul di kawasan tersebut diduga jebol. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah agar peristiwa serupa tidak terus berulang.
“Buat pemerintah, tolong kami. Kayak mananya kalian melihat kami ini. Asal hujan tanggul jebol,” ucapnya.
Dalam siaran langsung yang berlangsung sekitar 30 menit itu, warga juga mempertanyakan kualitas tanggul yang sebelumnya telah dibangun pascabanjir beberapa waktu lalu. Mereka menilai tanggul tersebut belum mampu menahan derasnya aliran air saat hujan lebat.
“Jebol tanggul, padahal sudah dibikin. Berarti tanggulnya kurang bagus,” ungkap Eka.
Hingga Sabtu malam, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat sekaligus mengevaluasi kondisi tanggul agar banjir bandang tidak terus mengancam permukiman setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Hutanabolon.
Sumber: Tribun Medan






















