TRABASNEWS – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah menyebabkan banjir merendam empat kecamatan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur terkait bergerak cepat mengevakuasi warga yang terdampak ke lokasi yang lebih aman.
Banjir dilaporkan menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah, sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Selain merendam rumah, luapan air juga menghambat akses jalan di beberapa titik.
Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Tengah mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat. Proses evakuasi diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta warga yang tinggal di daerah dengan ketinggian air cukup tinggi.
“Begitu menerima laporan, kami bersama tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi warga dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Selain melakukan evakuasi, BPBD juga mendata jumlah rumah terdampak serta memantau perkembangan debit air di sejumlah sungai yang melintasi wilayah tersebut. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat segera terpenuhi.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan. Apabila curah hujan masih tinggi, masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir kami imbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” katanya.
Hingga Sabtu (18/7/2026) malam, proses penanganan banjir masih berlangsung. Tim gabungan tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak apabila hujan kembali turun.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan melintasi jalan yang tergenang air maupun berada di sekitar bantaran sungai saat hujan deras. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila membutuhkan bantuan evakuasi atau terjadi kondisi darurat akibat banjir.
Sumber: Hetanews






















