TRABASNEWS – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat hingga Senin (17/8/2026) pukul 15.00 Wita, sebanyak 55 orang meninggal dunia dan 132 lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, secara keseluruhan terdapat 187 orang yang menjadi korban dalam bencana tersebut.
“Tercatat sebanyak 187 orang menjadi korban, dengan rincian 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka,” ujar Syafii, Senin.
Angka tersebut meningkat dibandingkan laporan pada Senin pagi yang mencatat 53 korban meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan pertolongan di sejumlah lokasi terdampak.
Syafii menyebut Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa. Upaya pencarian dan evakuasi terus dilakukan untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan pertolongan.
“Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak,” katanya.
Basarnas juga mengingatkan warga untuk tetap berhati-hati mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi. Masyarakat diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi roboh.
Gempa M 7,7 tersebut sebelumnya mengguncang sejumlah wilayah NTT pada Sabtu pagi. Pusat gempa berada di Kabupaten Nagekeo, sekitar 30 kilometer arah timur laut dengan kedalaman 15 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di bagian utara Pulau Flores.
“Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores,” ujar Arief.
Aktivitas sesar di kawasan tersebut juga pernah memicu gempa besar pada 1992. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Di tengah proses penanganan bencana, Basarnas bersama unsur terkait terus melakukan pencarian, evakuasi, serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Masyarakat juga diimbau saling membantu dan menjaga keselamatan selama masa pemulihan pascagempa.
Sumber: Kompas























