TRABASNEWS – Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mulai menunjukkan penurunan. Meski demikian, kondisi gunung api tersebut masih belum sepenuhnya aman sehingga masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi keselamatan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Gunung Sinabung pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, warga dari sejumlah desa terdampak erupsi yang sebelumnya telah direlokasi belum diperbolehkan kembali ke permukiman mereka.
Penurunan aktivitas vulkanik yang terlihat dari perkembangan kegempaan maupun kondisi asap di puncak tidak serta-merta menghilangkan potensi bahaya.
PVMBG masih menetapkan sejumlah kawasan sebagai zona yang harus dihindari masyarakat maupun wisatawan.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah sektor Selatan-Timur Gunung Sinabung dengan radius hingga 5 kilometer. Selain itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung.
Dalam laporan khusus yang disampaikan melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung pada Minggu (6/9/2026), PVMBG menegaskan masyarakat dan wisatawan harus menjauhi kawasan berisiko.
“PVMBG telah mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi serta tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral 5 kilometer ke arah Selatan-Timur Gunung Sinabung,” demikian keterangan PVMBG dalam laporan tersebut.
Dua Desa Masih Berada di Zona Bahaya
Wilayah yang masuk dalam kawasan rawan tersebut di antaranya Desa Payung di Kecamatan Payung dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.
Kedua wilayah tersebut masih berada dalam kawasan yang direkomendasikan untuk tidak dijadikan lokasi aktivitas masyarakat karena potensi bahaya erupsi masih dapat terjadi.
Tidak hanya ancaman erupsi, PVMBG juga mengingatkan adanya kemungkinan bahaya lahar, khususnya bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung.
“Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar,” tulis PVMBG.
PVMBG meminta masyarakat tidak mengabaikan rekomendasi tersebut meskipun kondisi Gunung Sinabung saat ini terlihat lebih tenang.
Wisatawan dan pendaki juga diimbau tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung melalui sumber informasi resmi.
Dengan status Gunung Sinabung yang masih berada pada Level III atau Siaga, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama hingga terdapat perubahan rekomendasi dari pihak berwenang.
Sumber: Tribun Medan






















