TRABASNEWS – Seorang siswi berusia 16 tahun asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjalani pemulihan setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Siswi bernama Febiona Purba tersebut dilaporkan mengalami sejumlah gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG dengan lauk ikan tongkol pada 13 Agustus 2026.
Kondisinya bahkan sempat memburuk. Selain mengalami kejang, muntah, tubuh lemas dan kesulitan berbicara, Febiona juga disebut mengalami gangguan ingatan.
Ibunya, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), mengungkapkan perubahan kondisi anaknya mulai terlihat ketika keluarga dan teman-teman sekolah datang menjenguk saat Febiona menjalani perawatan di rumah.
Menurut Elvinus, putrinya tidak lagi mengenali sejumlah orang yang sebelumnya dekat dengannya.
“Kalau bibinya datang, dia bertanya ini siapa. Kami bilang, ini Bibi. Adik-adiknya juga sempat tidak dikenali. Teman-temannya dari sekolah datang pun dia tidak mengenal,” ujar Elvinus.
Tak hanya persoalan ingatan, Elvinus juga menyebut kondisi lidah putrinya mengalami perubahan sehingga membuatnya kesulitan berbicara.
“Lidahnya seperti agak masuk ke dalam. Jadi untuk berbicara pun dia agak kesulitan,” katanya.
Karena kondisi tersebut, Febiona kembali dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan di RSUP Haji Adam Malik, Medan.
Setibanya di rumah sakit, Febiona yang menggunakan kursi roda menjalani pemeriksaan oleh sejumlah dokter spesialis. Pemeriksaan tersebut melibatkan dokter gastroenterologi anak, neurologi anak dan psikiatri.
Setelah mendapatkan pemeriksaan serta obat-obatan, Febiona kemudian kembali ke kediamannya di Kabupaten Karo untuk melanjutkan proses pemulihan.
Berawal dari Menyantap Ikan Tongkol
Menurut penuturan Elvinus, masalah kesehatan yang dialami putrinya bermula ketika Febiona mengikuti kegiatan belajar di SMK Bersama Berastagi pada 13 Agustus 2026.
Saat itu, kondisi Febiona masih sehat dan seperti biasa mengikuti aktivitas di sekolah. Ia kemudian menyantap makanan MBG yang salah satu lauknya berupa ikan tongkol.
Elvinus mengatakan, putrinya sempat mengeluhkan rasa makanan yang berbeda.
“Katanya rasanya pahit dan keras. Tapi karena sudah lapar, dia tetap makan,” ungkap Elvinus.
Tidak lama setelah makan, Febiona mulai merasa pusing. Meski demikian, ia masih berusaha mengikuti pelajaran hingga akhirnya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, kondisinya semakin menurun. Ia mengalami gatal-gatal, muntah setelah minum susu dan tubuhnya mendadak lemas.
Keluarga yang panik kemudian meminta bantuan anggota TNI yang berada di sekitar kediaman untuk membawa Febiona ke RSU Kabanjahe.
“Waktu dibawa itu kondisinya sudah tidak sadar. Sekitar setengah jam setelah berada di rumah sakit, baru dia sadar,” tutur Elvinus.
Febiona kemudian menjalani perawatan selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang. Namun, setelah berada di rumah, kondisinya kembali memburuk dan ia mengalami kejang.
Keluarga selanjutnya membawa Febiona ke Rumah Sakit Efarina Berastagi. Dua hari kemudian, ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji dan menjalani perawatan selama sekitar satu minggu.
Setelah itu, Febiona menjalani rawat jalan dan beberapa kali melakukan pemeriksaan di RSUP Adam Malik.
Namun, pada 5 September 2026, Febiona kembali mengalami kejang sehingga keluarganya membawanya ke Rumah Sakit Amanda.
Febiona merupakan salah satu siswi berprestasi di sekolahnya. Ia disebut pernah menjadi juara pertama di kelas dan aktif dalam kegiatan organisasi sekolah sebagai wakil ketua OSIS.
Keluarga berharap kondisi Febiona dapat segera membaik dan gangguan kesehatan yang dialaminya setelah dugaan keracunan tersebut dapat segera diketahui penyebab serta penanganannya secara tepat.
Sumber: Kompascom






















