TRABASNEWS –Kondisi memprihatinkan masih dialami siswa kelas jarak jauh UPT SDN 007 Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.
Selama lebih dari dua dekade sejak didirikan pada 19 Juli 2004, bangunan sekolah tersebut disebut belum mendapatkan pembenahan yang signifikan. Ruang belajar hingga kini masih menggunakan dinding berbahan triplek.
Kondisi itu kemudian menjadi perhatian setelah foto dan informasi mengenai sekolah tersebut beredar di media sosial.
Guru kelas jarak jauh SDN 007 Sungai Agung, Rahmawati, mengatakan pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi bangunan yang digunakan para siswa.
“Kami mohon bantuan kepala daerah untuk membantu pembangunan kelas jarak jauh SDN 007 Sungai Agung. Sekolah ini berdiri sejak 19 Juli 2004, sampai saat ini bangunannya masih berdindingkan triplek,” kata Rahmawati, Selasa (15/9).
Menurut Rahmawati, keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat sekolah dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak. Sejumlah lulusan sekolah tersebut bahkan disebut berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Beberapa di antaranya berhasil meraih gelar sarjana, termasuk di bidang hukum dan komputer.
“Harapan kami, semoga bapak kepala daerah dapat memberikan bantuan untuk sekolah kami ini. Kondisinya sudah sangat darurat,” ujarnya.
Persoalan yang dihadapi sekolah tersebut bukan hanya terkait kondisi fisik bangunan. Keterbatasan tenaga pengajar juga menjadi tantangan dalam kegiatan belajar mengajar.
Saat ini, sekolah yang menyelenggarakan pendidikan hingga kelas VI tersebut hanya memiliki dua orang guru.
Akibat minimnya tenaga pendidik, seorang guru harus menangani tiga tingkatan kelas sekaligus dalam satu ruangan.
“Dengan keterbatasan tenaga pengajar tersebut, satu guru harus menangani pembelajaran untuk tiga kelas dalam satu ruangan,” jelas Rahmawati.
Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran harus dilakukan dengan berbagai keterbatasan. Meski demikian, kegiatan pendidikan tetap dijalankan agar para siswa dapat mengikuti pembelajaran.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar menyatakan akan melakukan peninjauan langsung.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kampar, Helmi, mengatakan pihaknya akan mengirimkan tim untuk melihat kondisi sekolah secara langsung.
“Besok, Rabu, tim dari Dinas Dikpora akan turun langsung meninjau kelas jarak jauh SDN 007 Sungai Agung ini. Insya Allah, akan segera ditangani melalui APBD Perubahan 2026,” kata Helmi.
Peninjauan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mengetahui kebutuhan sekolah, baik terkait bangunan maupun fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.
Selama menunggu tindak lanjut pemerintah daerah, siswa dan guru di SDN 007 Sungai Agung masih harus menjalankan kegiatan pendidikan dengan kondisi sarana dan jumlah tenaga pengajar yang terbatas.
Sumber: Buka Mata


















