TRABASNEWS – Seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) berusia 18 tahun ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 27 September 2026. Korban ditemukan setelah sejumlah rekannya mengalami kesulitan menghubungi korban.
Kepala Lingkungan VI Kelurahan Padang Bulan, Putra, mengatakan pemilik kos akhirnya mendatangi kamar korban setelah mendapat informasi dari teman-temannya.
Menurut Putra, korban sempat dipanggil dari luar kamar. Namun, tidak ada respons sehingga pemilik kos kemudian membuka paksa pintu kamar.
“Mulanya yang menemukan itu pemilik kos. Pintu kamar didobrak sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Putra.
Ia menjelaskan, sebelum ditemukan, teman-teman korban telah berupaya menghubungi korban melalui berbagai cara. Namun, tidak mendapatkan jawaban.
“Temannya datang ke pemilik kos dan meminta supaya dipanggil langsung. Setelah dipanggil juga tidak keluar. Akhirnya mereka melapor kepada saya dan meminta izin untuk mendobrak pintu,” ujarnya.
Saat kamar dibuka, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di kamar mandi. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak terkait dan keluarga korban.
“Saat ditemukan, posisinya memang sudah tergantung di kamar mandi dalam kamarnya. Badannya membiru,” jelas Putra.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka. Informasi yang diperoleh dari lingkungan setempat menyebutkan korban merupakan mahasiswa perantauan yang berasal dari luar provinsi.
USU Sampaikan Belasungkawa
Pihak Universitas Sumatera Utara membenarkan adanya peristiwa tersebut. Manajer Humas dan Promosi USU, Dr. Irsan Mulyadi, menyampaikan duka cita atas meninggalnya mahasiswa tersebut.
“Universitas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta seluruh pihak yang merasa kehilangan. USU berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Irsan.
Irsan menegaskan, penanganan kasus tersebut masih dalam proses dan pihak kampus menghormati penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Menurutnya, USU tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.
Dugaan Bullying Masih Didalami
Di tengah kabar meninggalnya mahasiswa tersebut, muncul informasi yang mengaitkan peristiwa itu dengan dugaan perundungan atau bullying.
Namun, pihak USU belum menyimpulkan adanya keterkaitan antara dugaan bullying dengan kematian korban.
USU menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak berwenang dan akan mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut.
Dengan demikian, dugaan mengenai penyebab maupun latar belakang kematian korban masih membutuhkan pendalaman dan pembuktian lebih lanjut dari aparat terkait.
Sumber: Kompas



















