TRABASNEWS – Kasus meninggalnya seorang bayi perempuan berusia 8 bulan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, tengah diselidiki Polres Labuhanbatu.
Bayi tersebut meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Dugaan kekerasan seksual mencuat setelah tim medis menemukan luka serius pada bagian anus korban yang telah mengalami infeksi.
Kasi Humas Polres Labuhanbatu, AKP Aswin Irwan, menjelaskan kasus tersebut awalnya diketahui ketika orang tua membawa korban ke Rumah Sakit Al Aziz, Rantauprapat.
Saat itu, korban mengalami keluhan muntah dan diare. Namun, hasil pemeriksaan medis menemukan kondisi yang lebih serius.
“Setelah diperiksa, ditemukan luka pada bagian anus korban yang sudah mengalami infeksi hingga ke bagian usus. Luka tersebut diduga akibat benda tumpul,” ujar Aswin, Selasa (6/10/2026).
Temuan tersebut kemudian menimbulkan dugaan bahwa bayi tersebut menjadi korban kekerasan seksual.
Karena adanya dugaan tersebut, biaya perawatan korban disebut tidak dapat diklaim melalui BPJS Kesehatan. Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
“Korban meninggal pada Sabtu, 3 Oktober, sekitar pukul 19.30 WIB,” kata Aswin.
Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengetahui bahwa korban selama ini kerap berada di rumah neneknya bersama dua orang kakaknya yang masing-masing berusia 6 dan 8 tahun.
Rumah nenek korban diketahui berada sekitar 10 meter dari kediaman orang tuanya.
Korban dan kedua kakaknya berada di rumah nenek karena ibu mereka bekerja sebagai guru di salah satu sekolah dasar negeri. Sementara ayah korban diketahui bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit.
Di rumah tersebut juga terdapat sejumlah anggota keluarga lainnya, termasuk dua bibi korban yang masing-masing berusia 35 dan 29 tahun, seorang paman berusia 33 tahun, serta seorang sepupu berusia 8 tahun.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kondisi korban maupun penyebab pasti kematiannya.
Penyidik masih memeriksa keterangan dan mengumpulkan informasi dari pihak keluarga serta orang-orang yang berada di sekitar korban.
“Ini masih dalam satu lingkungan keluarga. Petugas masih melakukan pendalaman dan belum bisa menetapkan tersangka,” ungkap Aswin.
Polres Labuhanbatu memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian bayi tersebut.
Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab luka serta kaitannya dengan kematian korban.
Sumber: Tribun Medan























