TRABASNEWS – Angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, mengakibatkan 13 rumah warga mengalami kerusakan. Peristiwa yang terjadi pada Senin (3/8) sore itu tersebar di tujuh kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai, Rico Ebtian, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Data sementara menunjukkan ada 13 rumah yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Rico, Selasa (4/8).
Berdasarkan hasil pendataan BPBD, satu rumah terdampak berada di Desa Pergulaan, Kecamatan Sei Rampah. Di Kecamatan Dolok Masihul, kerusakan terjadi pada satu rumah di Desa Pekan Kamis dan tiga rumah di Desa Block 10.
Sementara itu, Kecamatan Pegajahan menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar, yakni tiga rumah rusak di Desa Suka Sari dan satu rumah di Desa Pondok Tengah.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Desa Bah Siduadua, Kecamatan Serbajadi, sebanyak satu rumah. Selain itu, masing-masing satu rumah terdampak di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, serta Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar.
BPBD Sergai mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Warga juga diminta rutin memantau informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi cuaca dari BMKG dan tetap waspada apabila muncul tanda-tanda cuaca ekstrem,” ujar Rico.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera berlindung di bangunan yang kokoh ketika angin kencang terjadi. Pintu dan jendela sebaiknya ditutup rapat, sementara aliran listrik dimatikan untuk mengurangi risiko bahaya.
“Saat terjadi puting beliung, hindari berada di dekat pohon besar, tiang listrik, baliho, maupun papan reklame. Tetap tenang karena fenomena ini umumnya hanya berlangsung sekitar lima hingga sepuluh menit. Jika membutuhkan bantuan, segera hubungi petugas BPBD atau pemerintah desa setempat,” pungkasnya.
Sumber: Mistar.id.






















