TRABASNEWS– PT Macan Sejahtera Cahaya (MSC) kembali memperkuat komitmennya dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.
Kali ini, edukasi pencegahan Karhutla diberikan kepada 435 pekerja PT MSC yang bertugas di lingkungan PT Gandaerah Hendana, Desa Redang Seko, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kamis (3/9/2026).

Sosialisasi tersebut digelar bersamaan dengan kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) bagi para pekerja. Kegiatan menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kepedulian pekerja terhadap keselamatan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi munculnya sumber api di area kerja.
Sebelumnya, PT MSC juga telah memberikan edukasi serupa melalui workshop kepada 75 tenaga kerja yang bertugas melakukan perawatan kebun di areal perkebunan kelapa sawit PT Rigunas Agri Utama (RAU), Desa Semelinang Tebing, Kecamatan Peranap, pada Jumat (28/8/2026).

Operational Manager PT MSC, Zulfikar Jafar, S.H., mengatakan pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran setiap pekerja. Menurutnya, kelalaian kecil dapat berkembang menjadi persoalan besar apabila sumber api tidak segera dikendalikan.
“Jangan menunggu api membesar. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Satu sumber api yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak yang luas terhadap lingkungan, masyarakat dan perusahaan,” tegas Zulfikar.

Ia juga mengingatkan pekerja agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara yang menggunakan api.
Selain itu, seluruh pekerja diminta meningkatkan kewaspadaan ketika menjalankan tugas di lapangan. Jika menemukan asap, titik api, maupun kondisi lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran, pekerja diminta segera melaporkannya agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi wilayah Indragiri Hulu tengah mendapat perhatian dalam pemantauan potensi Karhutla.
Berdasarkan data Dasbor Green Policing (DGPP) Polda Riau per 2 September 2026 pukul 19.45 WIB, Indragiri Hulu masuk wilayah dengan status Perlu Diwaspadai” dengan skor 49/100.
Data tersebut juga mencatat Inhu telah mengalami satu hari kering dan diperkirakan kondisi tersebut berlanjut hingga empat hari berikutnya. Sementara curah hujan dalam 24 jam terakhir tercatat 0 milimeter.
Perkuat Pemahaman PKWT dan Keselamatan Kerja
Tak hanya membahas pencegahan Karhutla, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian materi mengenai hubungan kerja dan keselamatan pekerja.
HRD Manager PT MSC, Dennis, S.E., memberikan pemahaman kepada pekerja mengenai PKWT, termasuk hak dan kewajiban serta sejumlah ketentuan yang perlu dipahami selama menjalankan hubungan kerja dengan perusahaan.
Sementara itu, Supervisor PT Gandaerah Hendana, Jhonni Syafriadi, memberikan materi mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan keselamatan kerja.
Jhonni mengingatkan pekerja untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam menjalankan aktivitas, mematuhi prosedur kerja, menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan, serta mengetahui langkah awal yang harus dilakukan ketika menghadapi kecelakaan atau kondisi darurat di lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Operational Manager PT MSC Zulfikar Jafar, S.H., HRD Manager Dennis, S.E., Asisten Manager Operasional Tengku Fadly Yacob, serta Supervisor PT Gandaerah Hendana Jhonni Syafriadi.
Melalui kegiatan tersebut, PT MSC menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan maupun petugas khusus di lapangan.
Kesadaran setiap pekerja untuk mencegah munculnya sumber api dan segera melaporkan potensi kebakaran menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan, keselamatan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas perusahaan.
Dengan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari 75 pekerja di areal PT RAU hingga 435 pekerja di lingkungan PT Gandaerah Hendana, PT MSC berupaya membangun budaya kerja yang semakin peduli terhadap pencegahan Karhutla dan keselamatan kerja.























