TRABASNEWS – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara hingga Kamis, 15 Oktober 2026. Kondisi ini diduga berkaitan dengan asap kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan yang terbawa pergerakan angin hingga memasuki kawasan Danau Toba.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, hujan berpotensi membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah. Hujan ringan yang mengguyur Kota Medan pada Kamis pagi juga diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi udara.
Prakirawan cuaca BMKG Wilayah I Medan, Christy, menjelaskan bahwa pergerakan angin dari arah timur dan tenggara menjadi salah satu faktor yang membawa asap menuju wilayah Sumatera Utara.
“Arah angin yang berasal dari Timur dan Tenggara mengakibatkan asap yang berasal dari Sumatera bagian Selatan masuk ke wilayah kawasan Danau Toba,” kata Christy berdasarkan penjelasan yang disampaikan melalui akun Instagram resmi BMKG Wilayah I Medan.
Christy juga memaparkan hasil pemantauan titik panas pada 13 Oktober 2026. Berdasarkan data tersebut, Sumatera Selatan tercatat memiliki 2.253 titik panas, disusul Jambi dengan 187 titik panas, Bangka Belitung sebanyak 134 titik panas, dan Lampung dengan 132 titik panas.
Selain sejumlah wilayah di Sumatera, titik panas juga terpantau di beberapa kawasan Kalimantan. Banyaknya titik panas tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diwaspadai dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah daerah di Sumatera Utara menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat disarankan menggunakan masker saat berada di luar rumah serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan orang dengan gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih.
Hujan diharapkan dapat membantu mengurangi partikel asap di udara. Namun, penanganan sumber kebakaran hutan dan lahan tetap menjadi langkah penting agar kabut asap tidak terus berulang dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Dengan kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya menghilang, masyarakat di Sumatera Utara diharapkan terus mengikuti informasi cuaca dan kualitas udara dari instansi berwenang serta menerapkan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan.
Sumber: Tribun Medan






















