TRABASNEWS – Kodam I/Bukit Barisan memastikan salah satu prajurit TNI AD berinisial AR yang menjadi korban pengeroyokan saat transaksi jual beli mobil secara cash on delivery (COD) di Medan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Putri Hijau.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy, mengatakan kondisi korban saat ini masih dalam tahap pemulihan. Ia sekaligus membantah kabar yang menyebut korban mengalami kebutaan akibat insiden tersebut.
“Tidak ada kebutaan. Yang pasti saat ini yang bersangkutan sedang menjalani perawatan dalam rangka pemulihan kesehatan,” ujar Kolonel Infanteri Sandy, Rabu (29/7/2026).
Meski demikian, pihak Kodam belum mengungkap secara rinci tingkat keparahan luka yang dialami korban. Fokus utama saat ini adalah memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik.
Terkait penanganan kasus, Sandy menjelaskan bahwa penyelidikan masih dilakukan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan. Aparat masih mengumpulkan keterangan dan mendalami seluruh fakta yang berkaitan dengan insiden tersebut.
“Kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak Denpom I/5 Medan,” katanya.
Menurut informasi yang dihimpun, penyidik juga mendalami dugaan adanya keterlibatan personel TNI lainnya dalam peristiwa tersebut. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai kronologi lengkap maupun hasil penyelidikan.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, pada Minggu (26/7/2026). Korban bersama seorang warga sipil disebut datang ke lokasi untuk melakukan transaksi jual beli mobil dengan sistem COD.
Namun situasi berubah ketika mereka diteriaki sebagai pelaku pencurian. Teriakan tersebut memicu kedatangan warga yang kemudian melakukan pengeroyokan terhadap keduanya hingga mengalami luka-luka.
Sementara itu, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar sebelumnya menyatakan pihak kepolisian telah menerima laporan dari korban dan turut melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.
Kasus ini masih terus didalami oleh aparat kepolisian dan Polisi Militer untuk mengungkap kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam insiden pengeroyokan tersebut.
Sumber: Tribun Medan.





















