TRABASNEWS — Keributan melibatkan pengemudi ojek online (ojol) dan seorang pengendara terjadi di Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (22/8/2026) malam. Perselisihan yang awalnya dipicu senggolan kendaraan tersebut sempat berujung aksi saling pukul.
Peristiwa itu bermula ketika seorang driver ojol bernama Ricko sedang membawa penumpang melintas di Jalan Kapten Muslim. Saat berada di lokasi, sepeda motornya bersenggolan dengan pengendara lain yang disebut melaju dari arah berlawanan.
Kabid URC Godams, M Irfan, menjelaskan perselisihan awalnya hanya berupa cekcok antara kedua pengendara.
“Awalnya hanya senggolan. Pengemudi ojol melintas, kemudian pengendara lain berjalan melawan arus hingga terjadi senggolan. Setelah itu keduanya terlibat cekcok,” kata Irfan, Minggu (23/8/2026).
Perselisihan kemudian berkembang setelah pengendara tersebut diduga meminta bantuan sejumlah rekannya yang tinggal di sekitar lokasi.
Di tengah situasi tersebut, beberapa pengemudi ojol yang kebetulan melintas berhenti untuk mencoba melerai. Namun, upaya tersebut justru membuat keributan semakin meluas.
Salah seorang rekan pengendara diduga melakukan pemukulan terhadap ojol yang berusaha melerai. Ricko yang sebelumnya terlibat dalam senggolan juga kemudian menjadi sasaran.
“Akhirnya situasinya menjadi ramai. Sejumlah rekan ojol yang berhenti awalnya hendak melerai, tetapi kemudian ikut terseret dalam keributan,” ujar Irfan.
Setelah kejadian, Ricko mendatangi Polsek Helvetia untuk melaporkan insiden tersebut. Ia mengaku mengalami luka pada bagian wajah. Selain itu, telepon selulernya juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Polisi kemudian mempertemukan pihak-pihak yang terlibat untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi.
Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara damai dan saling memaafkan.
“Alhamdulillah sudah berdamai. Luka yang dialami rekan kami juga tidak sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit,” kata Irfan.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Helvetia, Iptu Asas Maruli Tua Sihombing, belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penanganan peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar perselisihan kecil di jalan tidak berkembang menjadi kekerasan. Pengendara diharapkan dapat menahan emosi dan menyelesaikan persoalan lalu lintas dengan kepala dingin.
Sumber: Mistar























