TRABASNEWS – Aktivitas erupsi Gunung Sinabung berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Sedikitnya 21 penerbangan dibatalkan sejak Senin (31/8/2026). Selain pembatalan, sejumlah penerbangan lain juga mengalami keterlambatan serta perubahan jadwal, baik untuk rute domestik maupun internasional.
Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang harus menunggu kepastian keberangkatan. Salah satunya Aziz, penumpang yang seharusnya terbang menuju Jakarta.
Aziz mengatakan penerbangannya dibatalkan setelah dirinya menunggu selama beberapa jam di bandara.
“Iya dibatalkan. Alasannya karena cuaca buruk. Mungkin efek dari Gunung Sinabung ya, infonya tadi. Jadi tidak bisa terbang,” kata Aziz, Selasa (1/9/2026).
Ia mengaku masih belum mendapatkan kepastian apakah dapat diberangkatkan pada hari berikutnya. Padahal, Aziz memiliki agenda penting di Jakarta.
“Kecewa, karena kita ada acara besok pagi di Jakarta. Jadi ini lagi diusahakan mengejar yang besok pagi, tapi belum tahu juga,” ujarnya.
Aziz berharap proses administrasi terkait pembatalan penerbangan maupun pengurusan tiket dapat dilakukan dengan cepat agar dirinya memiliki kesempatan mengejar penerbangan berikutnya.
“Semoga bisa dipercepat. Biar kita bisa istirahat buat ngejar flight besok pagi. Segala administrasi jangan dipersulit, dipenuhi segala kewajiban maskapai sama hak konsumennya,” katanya.
Menurut Aziz, penumpang diberikan pilihan untuk melakukan pengembalian dana atau menjadwalkan ulang penerbangan. Namun, ia memilih berupaya mendapatkan penerbangan secepat mungkin.
“Lagi ngantre banyak dan masih belum ada kabar jelas lagi. Sedangkan koper kita juga masih tertahan. Hari ini sepertinya tidak ada flight lagi,” ungkapnya.
Jika tidak memperoleh tiket untuk penerbangan berikutnya, Aziz terancam tidak dapat menghadiri acara penting yang telah dijadwalkannya di Jakarta.
“Terpaksa harus batal dan tidak ikut. Acaranya penting pula,” tuturnya.
Penumpang lainnya, Rachel, juga mengalami kondisi serupa. Ia mengaku telah menunggu sekitar tiga jam setelah penerbangannya mengalami keterlambatan sebelum akhirnya dibatalkan.
“Harusnya kan boarding jam 10.30 WIB, tapi ternyata ada delay. Terus sementara flight-nya di-cancel karena ada erupsi Sinabung,” kata Rachel.
Rachel bersama teman-temannya kemudian berencana membeli tiket untuk penerbangan berikutnya karena khawatir kursi akan cepat habis apabila jadwal penerbangan kembali normal.
“Kita masih ada waktu untuk mengejar penerbangan besok, jadi keputusannya tadi sama teman-teman juga akan beli tiket dulu untuk besok, karena kan pasti akan full,” ujarnya.
Meski kecewa, Rachel memahami pembatalan tersebut terjadi akibat bencana alam yang berada di luar kendali maskapai.
“Ini kan bencana alam ya, jadi tidak bisa dikontrol. Harapannya tetap ada untuk flight besok. Kalau kecewa sih pasti kecewa, cuma kan tidak bisa ngapa-ngapain karena bencana alam,” katanya.
Rachel mengaku lebih memilih keselamatan dibandingkan memaksakan penerbangan dalam kondisi yang berisiko.
“Daripada nyawa taruhannya kan, lebih baik merelakan,” ucapnya.
Ia juga mengatakan pelayanan di bandara sejauh ini masih berjalan dengan baik. Namun, dirinya bersama penumpang lainnya masih menunggu proses pengurusan bagasi akibat pembatalan penerbangan.
Gangguan penerbangan tersebut terjadi setelah erupsi Gunung Sinabung memicu kondisi yang dinilai tidak aman untuk operasional penerbangan di kawasan Bandara Kualanamu.
Sumber: Kompascom























