TRABASNEWS –Upaya pencarian terhadap lima jurnalis bersama tiga awak speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan. Memasuki hari kedua operasi, tim SAR gabungan telah memperluas penyisiran hingga radius sekitar 15 sampai 20 nautical miles dari kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan operasi pencarian melibatkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) yang ditempatkan di lima sektor. Sejumlah kapal dan peralatan pendukung juga dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan rombongan tersebut.
“Dari tujuh SRU ini yang kita bagi, posisi Anak Krakatau itu sudah dikelilingi. Kalau kita tarik dengan radius, itu kurang lebih sampai dengan 15 sampai 20 nautical miles,” ujar Al Amrad saat memberikan keterangan mengenai perkembangan operasi SAR di Posko Pencarian di Carita, Rabu (9/9/2026).
Penyisiran tidak hanya dilakukan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Tim gabungan juga mengarahkan pencarian ke sejumlah wilayah perairan yang berada di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku hingga kawasan Teluk Semangka.
Menurut Al Amrad, bagian selatan Gunung Anak Krakatau juga telah masuk dalam cakupan pencarian. Namun, hingga operasi hari kedua dihentikan, petugas belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang.
“Sampai saat ini belum ada tanda-tanda ditemukan,” katanya.
Tim SAR kemudian melakukan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian pada hari berikutnya. Faktor kondisi laut menjadi salah satu pertimbangan penting, terutama arah arus, pergerakan gelombang serta angin yang dapat memengaruhi kemungkinan lokasi rombongan terbawa dari titik terakhir mereka diketahui.
“Untuk besok mungkin kita akan memperluas ke sisi utara, sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin, seperti apa,” kata Al Amrad.
Operasi pencarian dijadwalkan kembali berlangsung pada Kamis (10/9/2026). Tim SAR menargetkan kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan jarak pandang.
“Ya, tetap dilakukan pencarian lagi,” tegas Al Amrad.
Waktu pagi dipilih karena kondisi laut umumnya lebih mendukung untuk kegiatan penyisiran. Selain memperhitungkan kondisi gelombang, tim juga akan menyesuaikan pergerakan kapal dengan hasil evaluasi operasi hari kedua.
Sebelumnya, lima jurnalis bersama tiga awak speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026).
Rombongan tersebut berada di kawasan perairan Selat Sunda untuk menjalankan tugas jurnalistik terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, setelah berada di kawasan tersebut, mereka dilaporkan hilang kontak.
Hingga pencarian hari kedua berakhir, tim SAR gabungan masih belum memperoleh informasi pasti mengenai lokasi maupun kondisi lima jurnalis dan tiga awak speedboat tersebut.
Pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memperluas sektor berdasarkan hasil perhitungan kondisi arus laut, arah angin dan pergerakan gelombang.
Berbagai Sumber






















