TRABASNEWS– TNI Angkatan Laut (TNI AL) memastikan memberikan perhatian penuh kepada keluarga prajurit Marinir yang gugur akibat bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Anak-anak para prajurit tersebut akan memperoleh beasiswa pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi serta kesempatan untuk bergabung menjadi prajurit TNI.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa pemberian beasiswa dan kemudahan masuk TNI merupakan bentuk penghargaan sekaligus tanggung jawab institusi terhadap keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas.
“TNI AL menyiapkan beasiswa bagi putra-putri korban sampai dengan pendidikan sarjana. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan serta kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL, disertai pendampingan psikologis bagi keluarga,” ujar Muhammad Ali dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Selain beasiswa dan pendampingan, TNI AL juga menyalurkan santunan kepada keluarga para prajurit yang meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian dan empati.
Muhammad Ali menjelaskan, hingga Rabu (28/1), tim SAR gabungan bersama personel TNI AL telah berhasil mengevakuasi lima jenazah prajurit Marinir yang tertimbun longsor. Kelima prajurit tersebut yakni Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, dan Pratu Marinir Febry Bramantio.
Jenazah para prajurit telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan dengan upacara militer.
Sementara itu, sebanyak 18 prajurit Marinir lainnya masih dalam proses pencarian. Untuk mendukung operasi evakuasi, TNI AL mengerahkan sekitar 200 personel Marinir di lokasi bencana.
Proses pencarian turut didukung berbagai peralatan modern, seperti drone, sensor termal, anjing pelacak, serta alat berat guna menyisir area longsoran. KSAL berharap seluruh prajurit yang masih hilang dapat segera ditemukan.
Sumber: Antara

















