TRABASNEWS – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pihak Istana terus meningkatkan kewaspadaan menyusul terungkapnya kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Prasetyo mengatakan, langkah pembenahan dan bersih-bersih di lingkungan Istana akan terus dilakukan guna memastikan keamanan serta menjaga kepercayaan terhadap institusi pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Prasetyo saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
“Kalau kewaspadaan kan terus-menerus, ya. Kewaspadaan terus-menerus. Bersih-bersih terus,” ujar Prasetyo.
Selain menegaskan pentingnya kewaspadaan, Prasetyo juga meminta agar penanganan kasus penyadapan ilegal tersebut dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia berharap tim khusus Polri dapat mengusut perkara tersebut secara menyeluruh tanpa menyembunyikan fakta maupun informasi penting dalam proses penyelidikan.
“Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, transparan. Dan juga jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Polri menetapkan sejumlah perwira tinggi sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan ilegal yang salah satu targetnya disebut-sebut adalah Presiden Prabowo Subianto.
Selain Presiden, penyadapan tersebut juga disebut menyasar sejumlah tokoh politik.
Pernyataan Mensesneg tersebut menegaskan bahwa pemerintah menginginkan pengusutan kasus berjalan terbuka, profesional, serta memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai fakta di balik dugaan penyadapan ilegal tersebut.
Berbagai sumber





















