TRABASNEWS – Rapat penting pembahasan penanganan stunting di Kabupaten Jember mendadak menjadi sorotan publik usai seorang anggota DPRD terekam bermain game dan merokok saat forum berlangsung.
Anggota DPRD Jember tersebut diketahui bernama Achmad Syahri As Siddiqi. Aksinya viral di media sosial setelah video rekaman rapat beredar luas pada Selasa (12/5/2026).
Dalam video yang beredar, politisi muda itu terlihat fokus memainkan game di telepon genggamnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D berlangsung. Bahkan, tampak sebatang rokok menyala berada di tangannya ketika rapat masih berjalan.
Anggota DPRD Jember Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat Stunting
JEMBER – Rapat penting pembahasan penanganan stunting di Kabupaten Jember mendadak menjadi sorotan publik usai seorang anggota DPRD terekam bermain game dan merokok saat forum berlangsung.
Anggota DPRD Jember tersebut diketahui bernama Achmad Syahri As Siddiqi. Aksinya viral di media sosial setelah video rekaman rapat beredar luas pada Selasa (12/5/2026).
Dalam video yang beredar, politisi muda itu terlihat fokus memainkan game di telepon genggamnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D berlangsung. Bahkan, tampak sebatang rokok menyala berada di tangannya ketika rapat masih berjalan.
Rapat tersebut dihadiri jajaran Dinas Kesehatan, BPJS, hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Jember untuk membahas persoalan stunting dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Perilaku tersebut langsung menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai tindakan itu tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat, terlebih rapat membahas isu kesehatan anak yang dinilai sangat penting.
“Serius ini bisa merokok di ruang rapat dewan?” tulis salah seorang warganet di kolom komentar unggahan video viral tersebut.
Komentar lain juga menyoroti tindakan merokok di dalam ruangan tertutup. “Wow, merokok di ruangan rapat tertutup,” tulis akun lainnya.
Diketahui, Achmad Syahri As Siddiqi merupakan salah satu anggota dewan termuda di Jember yang dilantik pada usia 25 tahun.
Hingga kini, video tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial dan memicu kritik publik terkait etika serta profesionalisme wakil rakyat saat menjalankan tugasnya.
Sumber: Suara




















