TRABASNEWS– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait isu pencopotan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Luky Alfirman yang dikaitkan dengan lolosnya anggaran pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (11/5/2026), Purbaya tidak membantah isu tersebut. Ia justru memberikan jawaban singkat yang memancing perhatian publik.
“Mungkin anda tebak saja sendiri,” ujar Purbaya.
Informasi yang beredar menyebutkan, Luky Alfirman dicopot dari jabatannya setelah pengadaan sekitar 25 ribu unit motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) berhasil lolos dalam sistem anggaran, meski sebelumnya sempat ditolak.
Purbaya mengungkapkan bahwa pengadaan tersebut bisa masuk karena adanya celah pada sistem perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Menurutnya, sistem itu kini telah diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Itu software dari Ditjen Anggaran sedang diperbaiki supaya tidak kebobolan seperti kemarin. Waktu itu kita sudah menolak pembelian motor untuk BGN, tapi ternyata masih bisa lolos,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan Kementerian Keuangan akan memperketat pengawasan terhadap seluruh pengadaan belanja kementerian dan lembaga, termasuk memperkuat sistem digital pengawasan anggaran.
“Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita cegah semaksimal mungkin,” lanjutnya.
Tak hanya Luky Alfirman, Menteri Keuangan juga sebelumnya melakukan pencopotan terhadap Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Kacaribu.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik memang telah dirancang dalam anggaran tahun 2025 guna mendukung operasional program MBG.
Menurut Dadan, kendaraan tersebut akan digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menunjang mobilitas di lapangan.
“Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG,” kata Dadan.
Ia juga menyebut hingga kini pihaknya telah merealisasikan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik dari target awal 25.644 unit.
Sumber: Suara.com



















