TRABASNEWS– Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih peringkat ketiga kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam ajang Mandaya Awards 2026 yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara puncak penganugerahan Mandaya Awards 2026 di Ballroom Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Dalam kategori PTS, UMSU berada di bawah Universitas Bina Nusantara yang menempati posisi pertama dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di peringkat kedua. Sementara itu, Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang berada di posisi keempat, disusul Universitas Teknologi Bandung pada peringkat kelima.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh sivitas akademika dalam menjalankan berbagai program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh sivitas akademika UMSU, khususnya dosen, mahasiswa, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM),” ujar Akrim, Rabu (28/10/2026).
Ia menegaskan, penghargaan tingkat nasional tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan terhadap institusi, tetapi juga menjadi dorongan untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik dan pemeringkatan, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin pendidikan, penelitian, dan inovasi yang dikembangkan di UMSU mampu meningkatkan kesejahteraan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.
11 Program Pengabdian Menjangkau Lima Kabupaten/Kota
Pencapaian UMSU dalam Mandaya Awards 2026 didukung pelaksanaan 11 program pengabdian kepada masyarakat yang tersebar di 11 desa dan kelurahan pada lima kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Program tersebut melibatkan 33 dosen dan 37 mahasiswa dengan total 224 penerima manfaat langsung. Pelaksanaannya turut memperoleh dukungan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi senilai Rp433,9 juta.
Berbagai kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan produktivitas usaha masyarakat, pengembangan potensi ekonomi lokal, penguatan ketahanan pangan, serta penerapan teknologi tepat guna dan inovasi digital.
Salah satu program dijalankan di Desa Mekar Jaya, Kabupaten Langkat. Melalui pemberdayaan berbasis komoditas lokal dan pengembangan kewirausahaan desa, kegiatan tersebut berhasil membentuk tiga kelompok usaha mandiri yang melibatkan sekitar 45 hingga 60 warga.
Program serupa juga dilaksanakan di Desa Karang Baru, Kabupaten Batu Bara. Di wilayah ini, tim pengabdian UMSU membantu masyarakat memanfaatkan lahan perkebunan sawit yang kurang produktif untuk budidaya jamur merang.
Berdasarkan laporan kegiatan, produksi jamur merang meningkat dari sekitar 380–450 kilogram menjadi 600–800 kilogram setiap siklus. Peningkatan produksi tersebut turut diikuti perkembangan pendapatan usaha masyarakat.
Sementara di Desa Jaharum A, Kabupaten Deli Serdang, UMSU menerapkan teknologi pengolahan pakan dan mesin penetas telur untuk mendukung pengembangan peternakan ayam kampung unggul.
Pendampingan juga mencakup pelatihan manajemen usaha, pencatatan keuangan, dan pemasaran agar para peternak memiliki kemampuan mengelola usaha secara lebih efektif dan mandiri.
Selain itu, sejumlah program lainnya mencakup pengembangan teknologi pakan ikan, pertanian terpadu melalui sistem akuaponik dan bioflok, digitalisasi pemasaran UMKM, pengelolaan sampah berbasis teknologi, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.
Berbagai program tersebut diarahkan agar pengabdian perguruan tinggi tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi menghasilkan perubahan nyata melalui penerapan teknologi, pendampingan berkelanjutan, dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
UMSU Perkuat Pengabdian Berbasis Dampak
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Internasionalisasi UMSU, Rudianto, menilai penghargaan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas program pengabdian yang berorientasi pada hasil dan dampak nyata.
Menurutnya, kegiatan pengabdian perlu dikembangkan secara berkesinambungan dengan mengintegrasikan hasil penelitian, inovasi, serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dengan pendekatan tersebut, program perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan manfaat yang terukur, mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi biaya usaha, pengembangan keterampilan, hingga penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kontribusi program UMSU juga berkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, inovasi, serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Keterkaitan lainnya meliputi pelestarian ekosistem laut melalui pemberdayaan masyarakat pesisir dan penguatan kemitraan dalam pelaksanaan program.
Pada puncak penganugerahan, UMSU diwakili Rudianto bersama Ketua LPPM UMSU, Dr. Fitra Zambak, M.Sc., serta Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UMSU, dr. Eka Febriyanti, M.Gizi.
Mandaya Awards 2026 diikuti 349 partisipan dari berbagai unsur. Dalam kategori perguruan tinggi, sebanyak 15 institusi menjadi finalis yang terbagi dalam kelompok Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Prestasi ini mempertegas komitmen UMSU untuk terus mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang tidak hanya menghasilkan capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan mitra masyarakat, UMSU diharapkan semakin memperluas program pemberdayaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Sumber: Viva Medan





















