TRABASNEWS – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan keselamatan prajurit menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia di Lebanon, menyusul gugurnya empat prajurit dalam konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menegaskan bahwa TNI tetap berkomitmen menjalankan tugas internasional dengan mengedepankan perlindungan personel.
“TNI tetap mengutamakan keselamatan prajurit serta menjaga kehormatan bangsa di tingkat internasional,” ujar Donny dalam keterangannya, Minggu (26/4).
Empat prajurit yang gugur diketahui merupakan bagian dari Satgas Batalyon Mekanis XXIII-S/UNIFIL yang bertugas di Lebanon Selatan. Mereka menjadi korban meningkatnya intensitas konflik di wilayah tersebut.
Donny menambahkan, TNI terus meningkatkan kewaspadaan di daerah penugasan, seiring dengan situasi keamanan yang dinamis. Seluruh prajurit juga diinstruksikan untuk menjalankan prosedur sesuai standar operasional yang telah ditetapkan oleh misi perdamaian PBB.
“Seiring dinamika situasi keamanan di Lebanon, kami terus meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh prajurit menjalankan prosedur pengamanan sesuai SOP UNIFIL,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa perkembangan situasi di lapangan terus dipantau secara ketat guna meminimalkan risiko terhadap personel TNI yang bertugas.
Adapun empat prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, dan Praka Rico Pramudia.
TNI menegaskan akan tetap melanjutkan komitmennya dalam misi perdamaian dunia dengan profesionalisme tinggi, sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh prajurit yang bertugas di luar negeri.
Sumber: Indonesia Defense




















