TRABASNEWS – Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru memprotes imbauan pemeriksaan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan guru mempertanyakan imbauan agar makanan MBG diperiksa terlebih dahulu sebelum disantap oleh para siswa. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah permintaan agar makanan dicium atau diendus sebelum dikonsumsi.dul
Dalam video yang beredar, guru tersebut menilai pemeriksaan makanan dalam jumlah banyak dapat menambah beban tugas guru di sekolah.
“Ada yang bilang, ini MBG harus dicium-cium dulu, diendus-endus dulu katanya. Ada yang bilang gitu coba, ini sebanyak gini harus diendus-endus semuanya,” ujar guru tersebut.
Ia kemudian mempertanyakan pembagian tugas antara guru sebagai tenaga pendidik dengan petugas yang melakukan pengawasan makanan.
Menurutnya, apabila guru harus memeriksa makanan satu per satu, waktu yang seharusnya digunakan untuk mengajar dikhawatirkan ikut tersita.
“Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru jadi anjing pelacak sekarang. Ini berapa biji ini, kita mau ngajar bukan mau jadi tukang endus-endus MBG,” katanya.
Guru tersebut juga menegaskan bahwa kegiatan pemeriksaan makanan tidak semestinya mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
“Enggak ngajar dong kalau kayak gini,” lanjutnya.
Video tersebut diunggah ke media sosial pada Senin (21/9/2026) dan kemudian mendapat perhatian luas dari pengguna internet. Berdasarkan informasi dalam sumber, video itu telah ditonton ratusan ribu kali dan mendapatkan ribuan komentar.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan instruksi agar guru ikut menyantap menu MBG bersama para siswa di sekolah.
Keterlibatan guru dalam kegiatan makan bersama tersebut disebut menjadi bagian dari pengawasan sekaligus upaya memberikan edukasi kepada siswa mengenai makanan bergizi dan keamanan pangan.
Perdebatan mengenai mekanisme pengawasan MBG kemudian kembali menjadi perhatian publik setelah munculnya video guru yang mempertanyakan beban pemeriksaan makanan tersebut.
Sumber: Jawa Pos



















