TRABASNEWS – Kasus kematian tragis seorang dokter di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, akhirnya terungkap. dr. Shanti Hastuti yang sebelumnya ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, dipastikan menjadi korban pembunuhan oleh perampok. Polisi kini telah mengamankan pelaku yang diduga merupakan tetangga korban sendiri.
Korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di kediamannya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren. Saat ditemukan, kedua tangan korban terikat kabel listrik dan mulutnya tersumpal kain. Jasadnya bahkan diduga telah terbaring lebih dari 10 hari hingga menimbulkan bau menyengat.
Adik korban, Saripudin Norman, mengaku sangat terpukul saat menemukan jasad sang kakak.
“Saya tidak kuat melihat kondisi kakak saya… ini terlalu kejam,” ucapnya lirih.
Pihak keluarga sejak awal meyakini bahwa kematian korban bukanlah hal wajar.
“Ini bukan kematian biasa. Ini kejahatan. Dan pelakunya harus ditemukan,” tegas kerabat korban, Saparudin Telpi.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan seorang pria berinisial D. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku nekat melakukan aksi pencurian yang berujung pembunuhan.
“Saya masuk dengan cara congkel jendela, lalu naik ke atas sampai ke dapur. Pintu kamar sedikit terbuka,” ungkap pelaku dalam pengakuannya.
Pelaku menjelaskan, aksinya dilakukan saat waktu sahur. Saat berada di dalam rumah, korban terbangun dan memergokinya. Panik karena ketahuan, pelaku langsung menyerang korban.
“Korban teriak, saya panik lalu mencekik di kamar,” katanya.
Pelaku juga mengaku tidak menggunakan senjata tajam. Setelah memastikan korban tak bernyawa, ia kemudian mengambil sejumlah barang berharga milik korban, termasuk sepeda motor dan laptop.
Kasus ini sempat menggegerkan masyarakat karena korban dikenal sebagai dokter yang mengabdikan diri di Puskesmas Uring, Kecamatan Pining. Selain itu, korban merupakan seorang ibu dengan satu anak yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh.
Pihak kepolisian menyatakan masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk motif lengkap pelaku serta kemungkinan adanya unsur lain dalam kejadian ini.
“Kita terus mendalami kasus ini dan menunggu hasil lengkap penyelidikan,” ujar salah satu petugas kepolisian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindak kejahatan bisa terjadi di lingkungan terdekat sekalipun. Keluarga korban berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.
Sumber : Waspada




















