TRABASNEWS – Kementerian Pertahanan memastikan puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih wajib mengikuti latihan dasar kemiliteran sebagai bagian dari pembentukan Komponen Cadangan (Komcad).
Program tersebut menjadi tahapan penting sebelum para peserta resmi menjalankan tugas sebagai pengelola koperasi dan kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, total peserta yang akan mengikuti pelatihan mencapai 35.476 orang. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 30.000 calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, mengatakan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran saat ini masih dalam tahap persiapan.
“Pelatihan direncanakan dilaksanakan di 67 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Rico.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang untuk membentuk kedisiplinan, semangat bela negara, serta kesiapan para peserta dalam mendukung program strategis pemerintah.
Berbeda dengan pelatihan Komcad untuk Aparatur Sipil Negara yang berlangsung selama satu setengah bulan, pelatihan bagi calon manajer koperasi dan kampung nelayan ini dijadwalkan selama 30 hari.
Setelah menyelesaikan pelatihan dasar kemiliteran, peserta akan menjalani pelatihan lanjutan di bidang manajerial selama 15 hari bersama kementerian teknis terkait.
“Untuk aspek kedisiplinan dan bela negara, durasi pelatihan direncanakan selama 30 hari, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama 15 hari,” jelasnya.
Menurut Rico, materi pelatihan disusun dengan menyesuaikan kebutuhan pengelolaan koperasi maupun kampung nelayan agar peserta tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga kesiapan sebagai bagian dari Komponen Cadangan.
“Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan resmi ditetapkan sebagai anggota Komcad,” tegasnya.
Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten di bidang pengelolaan ekonomi kerakyatan, tetapi juga memiliki disiplin tinggi dan semangat bela negara.
Sumber: Jawa Pos





















