TRABASNEWS – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di kawasan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026). Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertabrakan dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM), mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.
Insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WITA saat rombongan mahasiswa dalam perjalanan menuju kawasan wisata Sungai Alut, Kecamatan Mantewe, untuk mengisi waktu libur di sela-sela kegiatan KKN.
Benturan keras membuat bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah. Sejumlah penumpang mengalami luka berat, sementara tujuh orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi maupun setelah mendapatkan penanganan medis.
Wakil Rektor III Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. Murjani, membenarkan adanya mahasiswa kampus tersebut yang menjadi korban kecelakaan.
“Benar, kami baru mendapat kabarnya sekitar pukul 13.30 WITA,” ujar Murjani, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, tiga mahasiswa UNUKASE yang meninggal dunia adalah Veri Andi Saputra dari Program Studi Akuntansi, serta Nafa Izzatul Jannah dan Nur’aini Salsabila dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ketiganya diketahui merupakan mahasiswa semester enam yang telah menjalani program KKN selama kurang lebih dua pekan di Kabupaten Tanah Bumbu.
“Mereka baru saja KKN, sekitar dua pekan lalu,” katanya.
Murjani menambahkan, pihak rektorat langsung bergerak menuju Tanah Bumbu setelah menerima kabar duka tersebut.
“Saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju ke Tanah Bumbu,” tambahnya.
Selain tiga mahasiswa UNUKASE, dua korban lainnya merupakan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yakni Abdi Cahya Girsang dan Muhammad Ramadhani.
Korban meninggal lainnya adalah Tegar Mangku Alamsyah, anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, serta M. Ilyas yang merupakan sopir truk tangki pengangkut BBM.
Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan, sedangkan korban yang mengalami luka berat mendapat perawatan di Rumah Sakit Marina Permata Batulicin.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui kronologi pasti insiden tersebut.
Sumber : Tribunnews






















