TRABASNEWS— TNI AD melalui Korps Zeni menggelar Pendidikan Perwira Penjinak Bahan Peledak (Dikpa Jihandak) Tahun Anggaran 2026 di Bogor, Jawa Barat. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan perwira dalam menghadapi ancaman bahan peledak yang semakin kompleks, termasuk dalam misi internasional.
Pembukaan pendidikan dipimpin oleh Wakil Komandan Pusat Pendidikan Zeni, Kolonel Czi Arief Hidayat. Dalam amanat yang dibacakannya dari Kapusziad Mayjen TNI Budi Hariswanto, disampaikan pentingnya kesiapan personel menghadapi risiko tinggi di lapangan.
“Kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit peacekeeper Indonesia di Lebanon akibat ledakan ranjau. Ini menjadi pengingat bahwa ancaman bahan peledak adalah nyata dan berbahaya,” ujar Arief saat membacakan amanat.
Ia menegaskan bahwa kemampuan penjinakan bahan peledak merupakan aspek vital dalam mendukung keberhasilan tugas dan keselamatan prajurit, baik dalam pengamanan VVIP maupun misi internasional.
“Ke depan, para perwira Zeni berpotensi ditugaskan dalam operasi kemanusiaan, termasuk di wilayah konflik seperti Gaza. Karena itu, kesiapan teknis dan mental harus benar-benar matang,” lanjutnya.
Selain itu, peserta pendidikan juga diingatkan untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk ancaman bahan peledak yang memanfaatkan pesawat tanpa awak atau drone.
“Peserta didik harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk ancaman melalui UAV. Ketenangan dan kepatuhan terhadap prosedur operasional menjadi hal mutlak,” tegasnya.
Melalui pendidikan ini, para perwira diharapkan tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki naluri tempur yang tajam serta disiplin tinggi.
“Tidak ada toleransi terhadap kelalaian sekecil apa pun dalam bidang Jihandak, karena risikonya bisa fatal,” katanya.
Ia menambahkan, Dikpa Jihandak merupakan sarana strategis untuk mencetak pemimpin Zeni yang profesional dan berintegritas.
“Pendidikan ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan kader pemimpin yang siap menghadapi dinamika keamanan global yang semakin kompleks,” pungkasnya.
Sumber: Indonesia Defense




















