TRABASNEWS — Seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia saat dibawa orang tuanya mendaki Gunung Ungaran pada Sabtu (11/4). Insiden tersebut terjadi setelah cuaca di kawasan puncak berubah drastis menjadi hujan deras disertai suhu dingin ekstrem.
Tim SAR gabungan yang tengah bersiaga dalam kegiatan Semarang Mountain Race langsung bergerak menuju lokasi di kawasan Puncak Bondolan setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh Basarnas, disebutkan bahwa kondisi korban sempat kritis akibat penurunan suhu tubuh yang sangat cepat.
“Suhu tubuh korban turun drastis dan berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Tim yang berada di lokasi segera melakukan penanganan darurat,” ujar perwakilan Basarnas dalam keterangan resminya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung memberikan pertolongan pertama dengan melakukan upaya penghangatan tubuh untuk menstabilkan kondisi balita tersebut.
“Proses evakuasi dilakukan di area Puncak Bondolan. Tim berupaya maksimal menghangatkan tubuh korban agar kondisinya kembali stabil,” lanjutnya.
Setelah kondisi korban mulai membaik, tim SAR kemudian mengevakuasi balita tersebut bersama kedua orang tuanya turun menuju basecamp Perantunan guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Korban berhasil dievakuasi setelah penanganan awal hipotermia dilakukan di lokasi kejadian,” kata pihak Basarnas.
Diketahui, balita tersebut bernama Lan Lan, warga kawasan Tembalang, Kota Semarang. Peristiwa bermula saat keluarga tersebut mencapai puncak sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak lama kemudian, cuaca tiba-tiba memburuk sehingga menyebabkan korban mengalami gejala hipotermia.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat membawa anak kecil ke kawasan pegunungan yang memiliki risiko cuaca ekstrem.
Sumber : CNN Indonesia



















