TRABASNEWS – Petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Kabupaten Simalungun, Jeka Saragih, menjadi sorotan publik usai video dirinya memperbaiki jalan rusak di kampung halamannya viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Jeka terlihat berada di lokasi perbaikan jalan di kawasan Sondiraya, Kabupaten Simalungun. Ia bahkan tampak mengawasi langsung alat berat ekskavator yang digunakan untuk memperbaiki jalan tersebut.
Aksi Jeka menuai banyak perhatian karena perbaikan jalan itu disebut dilakukan menggunakan dana pribadinya sebagai bentuk kepedulian terhadap warga di kampung halaman.
Melalui unggahannya di media sosial, Jeka mengaku perbaikan jalan tersebut dilakukan agar masyarakat bisa melintas dengan lebih aman dan nyaman.
“Agar semua saudara dan teman-teman saya dapat melewati jalan dengan aman, kami sedang memperbaikinya supaya lebih mudah bagi mereka berkendara. Meskipun saya hanya melakukan sedikit perbaikan, ini adalah ungkapan cinta saya untuk kalian semua,” tulis Jeka.
Jeka juga menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk cintanya kepada masyarakat di kampung halamannya, terutama karena kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga.
Sebelumnya, Jeka memang beberapa kali menyuarakan minimnya pembangunan di daerah asalnya. Saat berlaga di UFC, ia bahkan pernah menyinggung soal keterbatasan infrastruktur, termasuk akses internet di kampung halamannya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa perbaikan jalan sejatinya merupakan tanggung jawab pemerintah.
“Ya tentu masyarakat yang membangun secara langsung karena keresahan. Tapi saya sampaikan, itu pertama memang tugas pemerintah,” ujar Bobby, Senin (22/6/2026).
Bobby menjelaskan, pemerintah tidak bisa memperbaiki seluruh jalan rusak di Sumatera Utara dalam waktu singkat karena keterbatasan anggaran dan banyaknya infrastruktur yang harus dibenahi.
“Tidak mungkin saya bisa membangun semua perbaikan jalan dalam jangka satu tahun masa jabatan saya. Itu tidak mungkin,” katanya.
Menurut Bobby, jalan di Dusun Bah Pasussang yang menjadi sorotan saat ini memang sudah masuk dalam rencana perbaikan tahun 2026. Namun, pengerjaan akan difokuskan lebih dulu pada perbaikan struktur dasar jalan karena lokasi tersebut berada di titik rawan longsor.
“Kita juga sudah berkirim pesan dengan Pak Jeka Saragih. Saya sudah sampaikan, tahun ini akan dilakukan perbaikan karena di situ ada longsoran. Jadi struktur dasarnya yang diperbaiki dulu, tidak bisa langsung diaspal,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika pengaspalan dilakukan tanpa memperbaiki struktur dasar, maka kerusakan berpotensi kembali terjadi dalam waktu singkat.
“Kalau langsung diaspal, tanahnya bisa jatuh lagi. Jadi tahun ini perbaikan struktural dulu. Tendernya juga sudah selesai dan tinggal pelaksanaan,” ucap Bobby.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan pengaspalan jalan akan dilakukan pada tahun depan setelah struktur jalan dinilai stabil dan aman.
“Pasti tahun ini mulai dikerjakan. Semua anggaran menggunakan APBD Sumut,” tutup Bobby.
Sumber: Kompas






















